Sabtu, 16 Maret 2013

Ruang Lingkup Ekonomi



Ruang Lingkup Ekonomi
Ruang lingkup ekonomi secara konseptual memiliki arti penting dari setiap kegiatan bisnis yang memiliki nilai ekonomis mulai dari skala kecil sampai skala besar dan memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembangnya suatu perekonomian. Hal ini bisa dicermati melalui seberapa besar intensitas dan transaksi yang terjadi disuatu daerah . Ekonomi adalah salah satu ilmu sosial yang mempelajari beberapa aktivitas manusia yang berhubungan erat dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Penjelasan ini dituangkan kedalam pengartian ruang lingkup ekonomi secara luas dan merata. Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi(ekonomi kecil) dan makroekonomi(ekonomi besar). Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif dan normatif, mainstream dan heterodox, dan lainnya.
Cakupan ekonomi mikro adalah produsen dan konsumen. Tradisi berlandaskan teori Adam Smith.Ekonomi mikro dengan demikian memiliki ruang lingkup pada produsen dan konsumen. Produsen dan konsumen tersebut dalam dunia ekonomi yang nyata adalah idnividu-individu pada rumahtangga keluarga, masyarakat, atau perusahaan. Unit-unit ekonomi skala mikro tersebut harus berusaha mengalokasikan sumberdaya ekonomi yang terbatas untuk mampu mengoiptimalkan tingkat pemuasan kebutuhannya.
Masalah yang dianalisis dalam ekonomi mikro adalah:
• Interaksi di pasar barang.
• Tingkah laku penjual dan pembeli
• Interaksi di pasar faktor-faktor produksi
Cakupan ekonomi makro dengan demikian merupakan suatu kesatuan dari perusahaan, rumah tangga, tingkat upah dan harga, dan pendapatan dalam skala makro. Tradisi teori ekonomi makro bersumber dari Keynes. Tradisi kajian ini timbul sebagai reaksi terhadap kegagalan tradisi ekonomi Adam Smith dalam menjelaskan timbulnya resesi, pengangguran, kemiskinan, dan masalah kegagalan proses pembangunan ekonomi. Dalam tradisi ini, kedudukan negara/pemerintah sebagai regulator perekonomian justru ditonjolkan.
Masalah yang dianalisis dalam ekonomi makro adalah:
• Pengeluaran agregatif dalam perekonomian.
• usaha mencapai kesempatan kerja penuh tanpa inflasi
• Kebijaksanaan pemerintah dalam mengatasi pengangguran dan inflasi.
Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia (dengan atau tanpa uang) untuk menggunakan sumber-sumber ekonomi yang terbatas yang dapat mempunyai kegunaan-kegunaan alternative untuk menghasilkan berbagai macam barang dan mendistribusikan untuk konsumsi diantara berbagai orang dan golongan dalam masyarakat.
Kebutuhan ekonomi pada dasarnya bersifat :
1. Berbeda untuk setiap orang maupun kelompok.
2. Tidak serupa sepanjang waktu.
3. Berkembang dalam jumlah dan kualitasnya.
                                                             
4. Saling melengkapi atau saling berlawanan.
Sumber produksi adalah segala sesuatu yang dapat dipakai untuk menghasilkan alat-alat pemenuhan
kebutuhan. Sumber-sumber produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis, yaitu:
1. Sumber daya alam.
2. Sumber daya manusia.
3. Sumber ekonomi buatan manusia.
4. Entrepreunership (kepengusahaan).
Kesulitan-kesulitan yang perlu disadari dalam penyelidikan ekonomi, karena hal ini menyangkut validitas prinsip atau hokum ekonomi tersebut antara lain :
1. Perilaku masyarakat tidak dapat diperkirakan secara tepat.
2. Kesulitan dalam mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi sistim ekonomi.
3. Tidak mungkin mengadakan percobaan-percobaan dalam kegiatan ekonomi.
4. Sistim ekonomi selalu berkembang.

Berikut berbagai macam sistem perekonomian dan penjelasannya
1. Sistem Perekonomian Kapitalisme, yaitu sistem ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan menjual barang dan sebagainya. Dalam sistem perekonomian kapitalis, semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba yang sebesar besarnya.
2. Sistem Perekonomian Sosialisme,yaitu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi, tetapi dngan campur tangan pemerintah.Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3. Sistem Perekonomian komunisme, adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber2x kegiatan perekonomian.Setiap orang tak boleh memiliki kekayaan pribadi. Sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah.Semua unit bisnis. mulai dari yang kecil hingga yng besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan Pemerataan Ekonomi dan kebersamaan.
4. Sistem Ekonomi Merkantilisme, yaitu suatu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan memperbanyak aset& modal yang dimiliki negara.
5. Sistem Perekonomian Fasisme, yaitu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain, dengan kata lain, fasisme merupakan sikap rasionalism yang berlebihan.
Sumber : danigrapowski.blogspot.com
Pengertian Ilmu Ekonomi dan Ruang Lingkupnya Istilah ‘ekonomi’ berasal dari bahasa Yunani asal kata ‘oikosnamos’ atau oikonomia’ yang artinya ‘manajemen urusan rumah-tangga’, khususnya penyediaan dan administrasi pendapatan.
Namun sejak perolehan maupun penggunaan kekayaan sumberdaya secara fundamental perlu diadakan efesiensi termasuk pekerja dan produksinya, maka dalam bahasa modern istilah ‘ekonomi’ tersebut menunjuk terhadap prinsip usaha maupun metode untuk mencapai tujuan dengan alat-alat sesedikit mungkin.
Di bawah ini akan dijelaskan beberapa definisi tentang ilmu ekonomi. Menurut Albert L. Meyers ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia. Kata kunci dari definisi ini adalah; pertama, tentang “kebutuhan” yaitu suatu keperluan manusia terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang sifat dan jenisnya sangat bermacam-macam dalam jumlah yang tidak terbatas. Kedua, tentang” pemuas kebutuhan” yang memiliki ciri-ciri “terbatas” adanya. Aspek yang kedua inilah menurut Lipsey yang menimbulkan masalah dalam ekonomi, yaitu karena adanya suatu kenyataan yang senjang, karena kebutuhan manusia terhadap barang dan jasa jumlahnya tak terbatas, sedangkan di lain pihak barang-barang dan jasa-jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sifatnya langka ataupun terbatas. Itulah sebabnya maka manusia di dalam hidupnya selalu berhadapan dengan kekecewaan maupun ketidakpastian. Definisi ini nampaknya begitu luas sehingga kita sulit memahami secara spesifik. Ahli ekonomi lainnya yaitu J.L. Meij mengemukakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu tentang usaha manusia ke arah kemakmuran. Pendapat tersebut sangat realistis, karena ditinjau dari aspek ekonomi di mana manusia sebagai mahluk ekonomi (Homo Economicus) pada hakekatnya mengarah kepada pencapaian kemakmuran.
Kemakmuran menjadi tujuan sentral dalam kehidupan manusia secara ekonomi, sesuai yang dituliskan pelopor “liberalisme ekonomi” oleh Adam Smith dalam buku “An Inquiry into the Nature and Cause of the Wealth of Nations” tahun 1976. Namun dengan cara bagaimana manusia itu berusaha mencapai kemakmurannya ? Dalam definisi yang dikemukakan Meij memang tidak dijelaskan. Kemudian Samuelson dan Nordhaus mengemukakan “Ilmu ekonomi merupakan studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternatif penggunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, untuk kemudian menyalurkannya baik saat ini maupun di masa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Menurut Samuelson 2 bahwa ilmu ekonomi itu merupakan ilmu pilihan.
Ilmu yang mempelajari bagaimana orang memilih penggunaan sumber-sumber daya produksi yang langka atau terbatas untuk memproduksi berbagai komoditi, dan menyalurkannya ke berbagai anggota masyarakat untuk segera dikonsumsi.
Jika disimpulkan dari tiga pendapat di atas walaupun kalimatnya berbeda, namun tersirat bahwa pada hakikatnya ilmu ekonomi itu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam mencapai kemakmuran yang diharapkan, dengan memilih penggunaan sumber daya produksi yang sifatnya langka/terbatas itu.
Dengan kata lain yang sederhana bahwa ilmu ekonomi itu merupakan suatu disiplin tentang aspek-aspek ekonomi dan tingkah laku manusia.
MASALAH POKOK EKONOMI
Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia dihadapkan pada berbagai masalah. Hal ini dimungkinkan karena jumlah dan macam kebutuhan manusia tidak terbatas. Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah bagi produsen dan konsumen.
1. Masalah ekonomi bagi produsen

Berikut masalah ekonomi yang harus dihadapi oleh produsen :
a. Barang apa yang harus diproduksi (what)
b. Bagaimana barang tersebut diproduksi (why)
c. Untuk siapa barang tersebut diproduksi (what for)
2. Masalah ekonomi yang dihadapi konsumen
Masalah pokok yang dihadapi konsumen adalah terbatasya alat pemuas, padahal kebutuhan manusia tidak terbatas. Agar konsumen dapat memenuhi berbagai kebutuhannya maka konsumen akan menyusun skala prioritas. Adapun hal-hal yang mempengaruhi skala prioritas adalah tingkat pendapatan atau penghasilan, kedudukan seseorang, dan faktor lingkungan.
SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Kebutuhan adalah kegunaan yang timbul dalam diri manusia dan masyarakat dalam bentuk tuntutan untuk memperoleh pemenuhannya. Kebutuhan dapat dikelompokkan menjadi dua :
  1. Kebutuhan ekonomi adalah kebutuhan akan barang-barang keperluan hidup yang dapat dinilai dengan uang, misalnya makan dan minum.
  2. kebutuhan non ekonomi adalah yang tidak dapat di nilai dengan uang.
Kebutuhan ekonomi pada dasarnya bersifat :
  1. Berbeda untuk setiap orang maupun kelompok
  2. Tidak sama sepanjang waktu
  3. Berkembang dalam jumlah kualitasnya
  4. Saling melengkapi atau saling berlawanan
Dari segi kepentingannya, kebutuhan dibedakan :
  1. Kebutuhan primer adalah kebutuhan mutlak harus dipenuhi, missal makan dan minum
  2. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang harus dipenuhi supaya orang dapat hidup lebih baik, misalnya buku bacaan
  3. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang bisa terpenuhi setelah kebutuhan sekunder.
* Dikutip dari berbagai sumber

Rabu, 21 November 2012

mimpi

dekap mimpi yang terbuang
dalam bayang dunia yang semu
kumpulan mimpi yang terserak
dalam puing rindu
mencoba meresapi makna hati
dalam butiran debu
rindu dalam tiap bait kasihmu

Selasa, 13 November 2012

MAKALAH HUBUNGAN KINERJA TERHADAP PEGAWAI


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “
Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai

Makalah ini berisikan tentang informasi
Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai atau yang lebih khususnya membahas penerapan Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai, karakteristik sertas perspektif Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Bekasi  6 november  2012



    Penyusun

Desvia Dwiany







DAFTAR ISI


BAB I
Pendahuluan …………………………………………………………………………………………………………………… 1
            Latar Belakang ……………………………………………………………………………………………………..            1
            Perumusan Masalah ……………………………………………………………………………………………. 1
            Tujuan …………………………………………………………………………………………………………………. 1
BAB II
Pembahasan …………………………………………………………………………………………………………………… 2
BAB III
Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai ………………………………………………………………………………            3
KESIMPULAN …………………………………………………………………………………………………………………..            5














BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang

Pekerjaan adalah hal yang paling dibutuhkan pad sat ini. Semakin berkembangnya kemajuan zaman semakin besar pula kebutuhan yang bharus dipenuhi, disamping itu  seiring dengan kemajuan yang ada semakin besar pula tingkat kebutuhan dan persaingan antar pekerjapun semakin besar. Pada zaman globalisasi saat ini persaingan dagang antar Negara semakin gencar dilakukan mulai dari promosi media cetajk maupun internet.
Persaingan yang semakin besar ini lah yang memacu para perusahan mulai meningkatkan kualitas dan hasil produksi mereka. Dan untuk meningkat kan kualitas hasil produksi diperlukan pekerja yang berkualitas dan dapat bekerja sam dalam meningkatkan hasil produksi. Oleh karena itu diperlukan komuniokasi antar sesame pegawai.
Disini saya akan menjelaskan bagaimana sebuah kinerja dari sebuah sistem dari organisasi bergantung dari para pegawainya.

B.      Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai ?
2.      Apa Faktor- Faktor yang mempengaruhi Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai?

C.      Tujuan

1.      Menjelaskan Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai
2.      Mengetahui Faktor- Faktor yang mempengaruhi Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai





BAB II
Pengertian masing-masing dari Motivasi, Komunikasi, Konflik, Kepemimpinan, Pengembangan Karier
Ø  Menurut Fredrick J. Mc Donal, memberikan sebuah pernyataan yaitu motivasi adalah perubahan energi pada diri dari seseorang yang ditantai dengan perasaan  dan juga reaksi untuk mencapai sebuah tujuan.
Ø  CARL I. HOVLAND
Komunikasi adalah proses dimana seseorang individu atau komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun non verbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain
Ø  Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
Ø  Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Ø  Glueck (1997 :134) menyatakan Karir individual adalah urutan pengalaman yang berkaitan dengan pekerjaan yang dialami  seseorang  selama masa kerjanya.  Sehingga  karir  individu melibatkan  rangkaian pilihan dari  berbagai kesempatan,  tapi  dari  sudut  pandang  organisasi  karir merupakan  proses  regenerasi tugas yang baru.


















BAB III

Hubungan dari ke-5 terhadap variabel terhadap kinerjanya  :

Motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu.

Variabel Kinerja dari motivasi:
Istilah “kinerja” merupakan terjemahan dari performance yang sering diartikan
oleh para cendekiawan sebagai “penampilan”, “unjuk kerja”, atau “prestasi”. Dalam
kamus Illustrated Oxford Dictionary (1998 : 506), istilah ini menunjukkan ”the
execution or fulfilment of a duty” (pelaksanaan atau pencapaian dari suatu tugas), atau a
person’s achievement under test condition etc, (pencapaian hasil dari seseorang ketika
diuji, dsb).

Dalam pandangan Keban (2004:193) “Kinerja dapat diartikan sebagai
pencapaian hasil yang dapat dinilai menurut pelaku yaitu hasil yang diraih oleh individu
(kinerja individu), atau kelompok (kinerja kelompok) dan oleh suatu program atau
kebijakan (kinerja program atau kebijakan)”. Secara umum parameter atau kriteria yang
dipergunakan dalam menilai kinerja meliputi : (1) kualitas, (2) kuantitas, (3) ketepatan
waktu, (4) penghematan biaya, (5) kemandirian atau otonomi dalam bekerja dan (6)
kerjasama.

Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.[

a. Komunikasi atasan bawahan adalah proses komunikasi baik komunikasi
informasi maupun komunikasi penugasan antara atasan dan bawahan
yang mampu memberikan hasil suatu kinerja tertentu. Komunikasi
atasan bawahan diukur berdasarkan aspek:
1) Intensitas pertemuan pegawai dengan pimpinan;
2) Kerjasama pegawai dengan pimpinan; dan
3) Media komunikasi.

Konflik

Konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul
         Pengaruh Konflik Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Kayu Hachie I Bojonegoro”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konflik antar individu dan konflik antar kelompok terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Kayu Hachie I Bojonegoro bagian produksi, dan untuk mengetahui konflik yang paling kuat berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Kayu Hachie I Bojonegoro bagian produksi. Dalam peneitian ini, penulis mengambil dua hipotesis, yaitu : diduga konflik antar individu dan konflik antar kelompok berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan diduga konflik antar kelompok yang paling kuat berpengaruh terhadap kinerja karyawan.


Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan; komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan; komitmen organisasi secara positif dan signifikan memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan; dan komitmen organisasi secara positif dan signifikan juga memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Saran-saran untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya menambah sampel dan memperluas cakupan penelitian, mepertimbangkan variabelvariabel lain yang masih erat kaitannya dengan variabel-variabel dalam penelitian ini.


Pengembangan Karir

Karir merupakan salah satu upaya kita untuk mencapai apa yang kita inginkan selama ini agar impian kita dapat terwujud secara langsung,  kita harus dapat mengembangkan karir kita agar tujuan yang kita inginkan tercapai, kita harus berupaya sedini mungkin dan berusaha sesuai yang kita inginkan.



                               




KESIMPULAN

            Motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu.
Kinerja dapat diartikan sebagai pencapaian hasil yang dapat dinilai menurut pelaku yaitu hasil yang diraih oleh individu (kinerja individu), atau kelompok (kinerja kelompok) dan oleh suatu program atau kebijakan (kinerja program atau kebijakan)”. Secara umum parameter atau kriteria yang dipergunakan dalam menilai kinerja meliputi : (1) kualitas, (2) kuantitas, (3) ketepatan waktu, (4) penghematan biaya, (5) kemandirian atau otonomi dalam bekerja dan (6) kerjasama.