Selasa, 09 April 2013

PRODUSEN



C. Produsen
1. Apa pengertian dari produsen? dan sebutkan pengkategorian produsen!!!!!
Jawab: produsen adalah kelompok yang menghasilkan  suatu barang/jasa yang mempunyai nilai pakai dan nilai guna yang dapat dikonsumsi oleh konsumen.
Kategori Produsen:
-          Distributor
-          Agen
-          Pengecer
-          Pengguna
2. Apa yang dimaksud dengan perilaku produsen?
Jawab: sebuah perusahaan produksi yang sudah bisa bekerja dengan baik dijalnkan oleh seorang produsen atau disebut juga dengan pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang untuk mendapatkan suatu keuntungan dan mengambil resiko dalam merencanakan suatu bisnis.
3. Apa yang dimaksud dengan fungsi produksi?
Jawab: Hubungan teknis antara faktor produksi dengan hasil produksi lainnya. Produksi yang menggunakan 1 variabel dan 2 variabel dengan menggunakan sebuah kurva untuk dapat mencari grafik yang telah didapatkan.
4. Apa yang dimaksud dengan Least Cost Combination?
Jawab:        
• Penggunaan kombinasi faktor produksi dengan menggunakan biaya yang paling murah
• Syarat LCC : MRTS (marginal rate of technical substitution), bila menambah salah satu input maka mengurangi penggunaan input.
5. Bagaimana cara mengoptimalkan produksi?
Jawab:
1.        Biaya yang digunakan harus dipandang sebagai keuntungan potensial ( potential profit ), bukan pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus di keluarkan.
2.       Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas berubah, manajemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah ( bukan sekedar mengubah input menjadi output ) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum.

KONSEP ELASTISITAS



B. Konsep Elastisitas
1. Apa yang dimaksud dengan elastisitas?
Jawab : Elastisitas adalah perbandingan dari suatu perubahan pada sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya.
2. Mengapa elastisitas perlu dikaji lebih mendalam oleh sebuah perusahaan atau industri?
Jawab : karena agar suatu perusahaan tersebut bisa mengetahui perubahan harga produk yang telah dijualnya dengan baik dan bisa melihat sejauh mana reaksi para konsumen terhadap perubahan harga dan kebutuhan untuk para konsumen tersebut.
3. Jelaskan konsep elastisitas harga permintaan dan penawaran, silang dan pendapatan!             
- Elastisitas silang adalah untuk mengukur tingkat pada perubahan jumlah barang yang sudah diminta untuk perubahan harga barang lain. Pada Elastisitas silang hanya dapat untuk barang-barang subtitusi maupun barang-barang dari komplementer.
-Elastisitas Pendapatan adalah suatu perubahan daripada pendapatan konsumen yang berpengaruh terhadap permintaan barang, dalam perubahannya mempengaruh dari besarnya produk tersebut dan diukur dengan Elastisitas Pendapatan.
4. Faktor apa yang menentukan tingkat elastisitas?
Jawab :
a.       Dari tingkat subsitusinya untuk mencari subsitusi dari suatu barang.
b.      Banyaknya jumlah dalam pemakaian suatu barang
c.       Jangka waktu permintaan dari suatu barang mempunyai pengaruh pada elastisitas harga yang sudah ditetentukan oleh perusahaan.
5. Bagaimana menurut anda tentang konsep elastisitas?
Jawab : Menurut saya, konsep yang terpenting untuk memahami permasalahan dibidang ekonomi, konsep elastisitas juga bisa digunakan untuk memahami dampak dari suatu kebijakan yang diambil dari  suatu perusahaan.

KONSUMEN



A. Konsumen
1. Apa yang dimaksud perilaku konsumen?
Jawab : Perilaku konsumen adalah proses dari aktivitas ketika seseorang  yang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, serta penggunaan pada produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
2. Mengapa perilaku konsumen perlu dikaji lebih mendalam oleh sebuah perusahaan atau industri?
Jawab : untuk membantu para manajer dalam melakukan riset pasar bisnis, harus bisa memainkan peranan penting dalam pengembangan kebijakan yang telah diambil oleh perusahaan dan menjadikan seorang konsumen yang lebih efektif.
3. Jelaskan pendekatan yang dapat digunakan dalam analisa perilaku konsumen?
        Jawab : - Pendekatan utilitas kardinal
Pendekatan utilitas kardinal menyatakan bahwa utilitas dapat diukur secara langsung melalui angka-angka. Sebab pada pendekatan tersebut memperoleh hasil keutungan buat perusahaan.
4. Faktor apa yang menentukan perilaku konsumen?
Jawab :        
- Pengaruh lingkungan, yang artinya untuk memahami pengaruh dari lingkungan disekitar yang menghambat individu sosial dalam mengambil suatu keputusan.
-Perbedaan dan pengaruh individu yang artinya memperluas pengaruh dari faktor perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan yang sudah diperoleh.
5. Bagaimana menyikapi masalah perilaku konsumen?
Jawab: karna pada konsumen untuk ketika ia membeli sesuatu barang tidak pernah puas yang ia punya sedangkan pada kemampuan mereka sangatlah terbatas. Pada perilaku tersebut haruslah kita hindari karna dapat menjadi beban pikiran bagi dirinya sendiri dan dapat juga menjadi pikiran-pikiran atau cara-cara yang kurang sesuai dengan kebutuhannya.

Sabtu, 16 Maret 2013

Penentuan Harga = Permintaan dan Penawaan



Penentuan Harga : Permintaan dan Penawaran
Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
Pengertian penawaran
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
  • Harga barang itu sendiri.
  • Harga sumber produksi.
  • Tingkat produksi.
  • Ekspektasi/perkiraan.
Pengertian permintaan         
Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :
  • Harga barang itu sendiri.
  • Harga barang lain yang berkaitan.
  • Tingkat pendapatan.
  • Selera konsumen.
  • Ekspektasi/perkiraan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMLETckO-qLJbvUIej2Z2DTYz90brT9xGYwu7_bPppfXpB5Y40ocW_spQJ9uvlJ3fo_vPg1FVQhqaWeEbEPw_w529JdDgNbJylAwESm9x4bIlCydNbKyLr8lvia_DKhR3-ZLouU9JVkGk/s1600/hukum-pp.jpg
Kurva Permintaan  ini memiliki kemiringan (slope) negatif atau bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Artinya apabila harga jeruk turun, jumlah barang yang diminta bertambah atau sebaliknya (ceteris paribus).
Kurva Penawaran  mempunyai kemiringan positif artinya variable – variabelnya bekerja dalam arah yang sama. Kurva penawaran miring dari kiri bawah ke kanan atas.
Untuk membuat kurva penawaran kita gunakan tabel yang ada sebelumnya. Diatas ini adalah kurva penawaran yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Kurva penawaran mempunyai slope positif, artinya jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga barang. Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan.

Di setiap transaksi perdagangan dalam ekonomi pasti terdapat suatu permintaan (demand), penawaran (supply), harga dan kuantitas  akan suatu barang atau jasa yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Permintaan dan penawaran akan saling bertemu dan akan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang).
Berikut sedikit penjelasan tentang permintaan, penawaran, hukum permintaan dan penawaran, faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran serta tentanh harga keseimbangan.
Pengertian Permintaan (demand) dan Penawaran (supply)
Permintaan dan penawaran dalam ilmu ekonomi, adalah merupakan suatu penggambaran atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual terhadap suatu barang.
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu
Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi mereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai

titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
Hukum Permintaan dan Penawaran
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
Hukum permintaan
Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:
“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).
Hukum penawaran
Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:
“Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran_dan_permintaan