Selasa, 13 November 2012

MAKALAH HUBUNGAN KINERJA TERHADAP PEGAWAI


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “
Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai

Makalah ini berisikan tentang informasi
Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai atau yang lebih khususnya membahas penerapan Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai, karakteristik sertas perspektif Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Bekasi  6 november  2012



    Penyusun

Desvia Dwiany







DAFTAR ISI


BAB I
Pendahuluan …………………………………………………………………………………………………………………… 1
            Latar Belakang ……………………………………………………………………………………………………..            1
            Perumusan Masalah ……………………………………………………………………………………………. 1
            Tujuan …………………………………………………………………………………………………………………. 1
BAB II
Pembahasan …………………………………………………………………………………………………………………… 2
BAB III
Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai ………………………………………………………………………………            3
KESIMPULAN …………………………………………………………………………………………………………………..            5














BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang

Pekerjaan adalah hal yang paling dibutuhkan pad sat ini. Semakin berkembangnya kemajuan zaman semakin besar pula kebutuhan yang bharus dipenuhi, disamping itu  seiring dengan kemajuan yang ada semakin besar pula tingkat kebutuhan dan persaingan antar pekerjapun semakin besar. Pada zaman globalisasi saat ini persaingan dagang antar Negara semakin gencar dilakukan mulai dari promosi media cetajk maupun internet.
Persaingan yang semakin besar ini lah yang memacu para perusahan mulai meningkatkan kualitas dan hasil produksi mereka. Dan untuk meningkat kan kualitas hasil produksi diperlukan pekerja yang berkualitas dan dapat bekerja sam dalam meningkatkan hasil produksi. Oleh karena itu diperlukan komuniokasi antar sesame pegawai.
Disini saya akan menjelaskan bagaimana sebuah kinerja dari sebuah sistem dari organisasi bergantung dari para pegawainya.

B.      Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai ?
2.      Apa Faktor- Faktor yang mempengaruhi Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai?

C.      Tujuan

1.      Menjelaskan Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai
2.      Mengetahui Faktor- Faktor yang mempengaruhi Hubungan Kinerja Terhadap Pegawai





BAB II
Pengertian masing-masing dari Motivasi, Komunikasi, Konflik, Kepemimpinan, Pengembangan Karier
Ø  Menurut Fredrick J. Mc Donal, memberikan sebuah pernyataan yaitu motivasi adalah perubahan energi pada diri dari seseorang yang ditantai dengan perasaan  dan juga reaksi untuk mencapai sebuah tujuan.
Ø  CARL I. HOVLAND
Komunikasi adalah proses dimana seseorang individu atau komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun non verbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain
Ø  Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
Ø  Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Ø  Glueck (1997 :134) menyatakan Karir individual adalah urutan pengalaman yang berkaitan dengan pekerjaan yang dialami  seseorang  selama masa kerjanya.  Sehingga  karir  individu melibatkan  rangkaian pilihan dari  berbagai kesempatan,  tapi  dari  sudut  pandang  organisasi  karir merupakan  proses  regenerasi tugas yang baru.


















BAB III

Hubungan dari ke-5 terhadap variabel terhadap kinerjanya  :

Motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu.

Variabel Kinerja dari motivasi:
Istilah “kinerja” merupakan terjemahan dari performance yang sering diartikan
oleh para cendekiawan sebagai “penampilan”, “unjuk kerja”, atau “prestasi”. Dalam
kamus Illustrated Oxford Dictionary (1998 : 506), istilah ini menunjukkan ”the
execution or fulfilment of a duty” (pelaksanaan atau pencapaian dari suatu tugas), atau a
person’s achievement under test condition etc, (pencapaian hasil dari seseorang ketika
diuji, dsb).

Dalam pandangan Keban (2004:193) “Kinerja dapat diartikan sebagai
pencapaian hasil yang dapat dinilai menurut pelaku yaitu hasil yang diraih oleh individu
(kinerja individu), atau kelompok (kinerja kelompok) dan oleh suatu program atau
kebijakan (kinerja program atau kebijakan)”. Secara umum parameter atau kriteria yang
dipergunakan dalam menilai kinerja meliputi : (1) kualitas, (2) kuantitas, (3) ketepatan
waktu, (4) penghematan biaya, (5) kemandirian atau otonomi dalam bekerja dan (6)
kerjasama.

Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.[

a. Komunikasi atasan bawahan adalah proses komunikasi baik komunikasi
informasi maupun komunikasi penugasan antara atasan dan bawahan
yang mampu memberikan hasil suatu kinerja tertentu. Komunikasi
atasan bawahan diukur berdasarkan aspek:
1) Intensitas pertemuan pegawai dengan pimpinan;
2) Kerjasama pegawai dengan pimpinan; dan
3) Media komunikasi.

Konflik

Konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul
         Pengaruh Konflik Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Kayu Hachie I Bojonegoro”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konflik antar individu dan konflik antar kelompok terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Kayu Hachie I Bojonegoro bagian produksi, dan untuk mengetahui konflik yang paling kuat berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Kayu Hachie I Bojonegoro bagian produksi. Dalam peneitian ini, penulis mengambil dua hipotesis, yaitu : diduga konflik antar individu dan konflik antar kelompok berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan diduga konflik antar kelompok yang paling kuat berpengaruh terhadap kinerja karyawan.


Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan; komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan; komitmen organisasi secara positif dan signifikan memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan; dan komitmen organisasi secara positif dan signifikan juga memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Saran-saran untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya menambah sampel dan memperluas cakupan penelitian, mepertimbangkan variabelvariabel lain yang masih erat kaitannya dengan variabel-variabel dalam penelitian ini.


Pengembangan Karir

Karir merupakan salah satu upaya kita untuk mencapai apa yang kita inginkan selama ini agar impian kita dapat terwujud secara langsung,  kita harus dapat mengembangkan karir kita agar tujuan yang kita inginkan tercapai, kita harus berupaya sedini mungkin dan berusaha sesuai yang kita inginkan.



                               




KESIMPULAN

            Motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu.
Kinerja dapat diartikan sebagai pencapaian hasil yang dapat dinilai menurut pelaku yaitu hasil yang diraih oleh individu (kinerja individu), atau kelompok (kinerja kelompok) dan oleh suatu program atau kebijakan (kinerja program atau kebijakan)”. Secara umum parameter atau kriteria yang dipergunakan dalam menilai kinerja meliputi : (1) kualitas, (2) kuantitas, (3) ketepatan waktu, (4) penghematan biaya, (5) kemandirian atau otonomi dalam bekerja dan (6) kerjasama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar